A project to translate the sutra into Indonesian - Bahasa has been
started. Check back again later in the year for more details.
PENGANTAR
Lama Zopa Rinpoche dalam banyak kesempatan telah meminta murid-murid
beliau di pusat-pusat Dharma FPMT untuk melafalkan sutra Mahayana
tertentu yang disebut Sutra Sanghata. Pelafalan sutra ini menghasilkan
manfaat-manfaat yang luar biasa untuk mereka semua yang mendengarnya
atau melafalnya, dan ini telah direkomendasikan oleh Rinpoche khususnya
untuk membangkitkan potensi-potensi positif yang diperlukan agar
terselesaikannya Projek Maitreya, dimana projek ini sendiri akan
menghasilkan manfaat-manfaat yang luar biasa untuk makhluk-makhluk tak
terhitung banyaknya.
Sutra Sanghata adalah catatan langsung dari ajaran yang diutarakan oleh
Buddha Shakyamuni di Gunung Griddhakuta di Rajagriha. Sutra yang
dibabarkan oleh Buddha ini, seperti semua sutra Mahayana, telah
dihafalkan oleh murid-murid beliau dan kemudian ditulis dalam bahasa
Sanskerta. Namun, Sutra Sanghata adalah unik karena merupakan ajaran
yang Buddha sendiri telah dengar dari Buddha sebelumnya, dan juga unik
dalam hal cakupan efek-efek bagi mereka yang melafalnya.
Sutra Sanghata adalah salah satu dari kelompok sutra-sutra khusus yang
disebut dharma-paryaya, atau ‘ajaran-ajaran transformatif’
yang berfungsi untuk mentransformasi mereka yang mendengar atau
melafalnya dalam cara-cara tertentu. Salah satu manfaat yang paling
kuat adalah bahwa pada saat kematian, siapapun yang telah melafalkan
Sutra Sanghata akan melihat para Buddha datang untuk menenangkan mereka
selama proses kematian. Manfaat lebih lanjut adalah, di manapun Sutra
Sanghata berada, para Buddha selalu hadir, seperti dijelaskan dalam
sutra itu sendiri. Dengan demikian, pelafalan sutra ini dapat
memberikan inspirasi yang sangat kuat di tempat manapun sutra ini
dilafalkan.
Secara umum, pelafalan sutra-sutra Mahayana adalah salah satu dari
praktik enam kebajikan yang khususnya dianjurkan untuk purifikasi, dan
pelafalan sutra ini khususnya mempunyai efek karma yang sangat luas,
yang bertahan selama banyak kehidupan, seperti dijelaskan Sutra
Sanghata itu sendiri secara mendetail. Dalam sutra ini, Buddha
menjabarkan banyak penjelasan tentang bagaimana sutra ini berfungsi
untuk mempurifikasi benih-benih penderitaan bagi mereka yang
melafalnya, dan memastikan mereka mendapatkan kebahagiaan di masa depan
hingga tercapainya penggugahan. Sutra ini juga mencakup beberapa ajaran
mengenai kematian dan anitya, termasuk ajaran mengenai proses-proses
fisik dan mental yang terjadi pada saat kematian.
Selama berabad-abad, Sutra Sanghata merupakan salah satu sutra Mahayana
yang paling banyak dibaca dan dicetak. Pada tahun 1930-an, penggalian
arkeologis telah dilakukan di Pakistan Utara di bawah pemerintahan
koloni Inggris, dan ditemukan sebuah perpustakan teks Buddhis.
Pengalian arkeologis ini sangatlah penting bagi para ahli sejarah,
karena ditemukan banyak manuskrip tersembunyi yang ditulis pada abad
ke-5 Sesudah Masehi, suatu periode yang jauh lebih awal dibandingkan
penemuan lainnya di India. Di antara banyak manuskrip penting ini, teks
yang ditemukan dengan jumlah cetakan terbanyak adalah Sutra Sanghata,
bahkan lebih banyak dari Sutra Teratai, Sutra Pembelah Vajra atau
Sutra-sutra Prajnaparamita yang lebih kita kenal sekarang ini. Meskipun
Sutra Sanghata telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dalam tradisi
Buddhis Mahayana awal, termasuk bahasa China, bahasa Khotan
dan bahasa Tibet, tetapi hingga pengalian tahun 1930-an tersebut, versi bahasa Sanskerta yang asli telah hilang.
Akhir-akhir ini, setelah menemukan Sutra Sanghata untuk pertama kalinya
ketika tinggal di vihara Geshe Sopa di Madison tahun lalu, Lama Zopa
Rinpoche memutuskan untuk menulis sutra ini dengan tangan, dengan tinta
emas, dan meminta murid-murid beliau untuk melafalkan sutra ini dalam
banyak kesempatan. Pada peringatan 11 September, Rinpoche meminta semua
murid beliau di seluruh dunia untuk melafalkan sutra ini sebanyak
mungkin guna mencegah serangan lebih lanjut.
Sambil membaca sutra transformatif yang begitu berdaya kuat, yang
diajarkan oleh Buddha Shakyamuni agar marga menuju penggugahan dapat
dikembangkan semudah mungkin, dengan jelas kita dapat merasakan bahwa
Buddha sungguh luar biasa baik hati kepada kita. Di saat yang sama,
karena sutra ini mengandung kata-kata yang sesungguhnya diucapkan oleh
Buddha, dengan mengulangi sendiri ucapan tersebut selama pelafalan,
kita berperan sebagai penerus untuk melestarikan ajaran-ajaran beliau
di dunia. Karena itu, dengan melafal Sutra Sanghata, di samping semua
manfaat yang kita sendiri akan terima, kita juga bertindak dengan cara
yang sangat langsung dan berdaya kuat untuk melestarikan ajaran-ajaran
Buddha, yang begitu mendesak dibutuhkan untuk menghilangkan
penderitaan-penderitaan semua makhluk.
Informasi mengenai Sanghata ini diambil dari situs
www.sanghatasutra.net, dimana banyak hal luar biasa mengenai sutra ini
juga dapat ditemukan.