About the Sanghāta| Stories & Experiences| Guide to Reciting| Guide for Readers| Download Translations| Community Center

Download Translations
Chinese English FrenchGerman Indonesian - Bahasa
Italian JapaneseKoreanLatvian
(in progress)
PolishPortuguese Romanian Russian Sanskrit Slovak Spanish Swedish
(in progress)
Tibetan Vietnamese


Listen to the Sanghāta
Get CDs of Tibetan recitation Get CDs of English recitation Hear recitation and talk on the Sanghāta (both in Spanish) - Bajar o escuchar recitación y plática sobre el Sanghāta
In the Words of the Sanghāta:
We do not have need of food.

We do not wish the result of a kingdom.

Those who fear the realms of hell

should not go to the devas’ world.

The life of a human is happy:

there the All-Knowing One appears.

- Ārya Sanghāta Sūtra

Website of the Arya Sanghata Sutra


Bahasa Translation (Indonesian) 

Download or view Sanghata in Indonesian (pdf)

Pengantar


Sutra Sanghata adalah catatan langsung dari ajaran yang diutarakan oleh Buddha Shakyamuni di Gunung Griddhakuta di Rajagriha. Sutra yang dibabarkan oleh Buddha ini, seperti semua sutra Mahayana, telah dihafalkan oleh murid-murid beliau dan kemudian ditulis dalam bahasa Sanskerta. Namun, Sutra Sanghata adalah unik karena merupakan ajaran yang Buddha sendiri telah dengar dari Buddha sebelumnya, dan juga unik dalam hal cakupan efek-efek bagi mereka yang melafalnya.
Sutra Sanghata adalah salah satu dari kelompok sutra-sutra khusus yang disebut dharma-paryaya, atau ‘ajaran-ajaran transformatif’ yang berfungsi untuk mentransformasi mereka yang mendengar atau melafalnya dalam cara-cara tertentu. Salah satu manfaat yang paling kuat adalah bahwa pada saat kematian, siapapun yang telah melafalkan Sutra Sanghata akan melihat para Buddha datang untuk menenangkan mereka selama proses kematian. Manfaat lebih lanjut adalah, di manapun Sutra Sanghata berada, para Buddha selalu hadir, seperti dijelaskan dalam sutra itu sendiri. Dengan demikian, pelafalan sutra ini dapat memberikan inspirasi yang sangat kuat di tempat manapun sutra ini dilafalkan.

Secara umum, pelafalan sutra-sutra Mahayana adalah salah satu dari praktik enam kebajikan yang khususnya dianjurkan untuk purifikasi, dan pelafalan sutra ini khususnya mempunyai efek karma yang sangat luas, yang bertahan selama banyak kehidupan, seperti dijelaskan Sutra Sanghata itu sendiri secara mendetail. Dalam sutra ini, Buddha menjabarkan banyak penjelasan tentang bagaimana sutra ini berfungsi untuk mempurifikasi benih-benih penderitaan bagi mereka yang melafalnya, dan memastikan mereka mendapatkan kebahagiaan di masa depan hingga tercapainya penggugahan. Sutra ini juga mencakup beberapa ajaran mengenai kematian dan anitya, termasuk ajaran mengenai proses-proses fisik dan mental yang terjadi pada saat kematian.

Selama berabad-abad, Sutra Sanghata merupakan salah satu sutra Mahayana yang paling banyak dibaca dan dicetak. Pada tahun 1930-an, penggalian arkeologis telah dilakukan di Pakistan Utara di bawah pemerintahan koloni Inggris, dan ditemukan sebuah perpustakan teks Buddhis. Pengalian arkeologis ini sangatlah penting bagi para ahli sejarah, karena ditemukan banyak manuskrip tersembunyi yang ditulis pada abad ke-5 Sesudah Masehi, suatu periode yang jauh lebih awal dibandingkan penemuan lainnya di India. Di antara banyak manuskrip penting ini, teks yang ditemukan dengan jumlah cetakan terbanyak adalah Sutra Sanghata, bahkan lebih banyak dari Sutra Teratai, Sutra Pembelah Vajra atau Sutra-sutra Prajnaparamita yang lebih kita kenal sekarang ini. Meskipun Sutra Sanghata telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dalam tradisi Buddhis Mahayana awal, termasuk bahasa China, bahasa Khotan dan bahasa Tibet, tetapi hingga pengalian tahun 1930-an tersebut, versi bahasa Sanskerta yang asli telah hilang.

Akhir-akhir ini, setelah menemukan Sutra Sanghata untuk pertama kalinya ketika tinggal di vihara Geshe Sopa di Madison tahun lalu, Lama Zopa Rinpoche memutuskan untuk menulis sutra ini dengan tangan, dengan tinta emas, dan meminta murid-murid beliau untuk melafalkan sutra ini dalam banyak kesempatan. Pada peringatan 11 September, Rinpoche meminta semua murid beliau di seluruh dunia untuk melafalkan sutra ini sebanyak mungkin guna mencegah serangan lebih lanjut.
Sambil membaca sutra transformatif yang begitu berdaya kuat, yang diajarkan oleh Buddha Shakyamuni agar marga menuju penggugahan dapat dikembangkan semudah mungkin, dengan jelas kita dapat merasakan bahwa Buddha sungguh luar biasa baik hati kepada kita. Di saat yang sama, karena sutra ini mengandung kata-kata yang sesungguhnya diucapkan oleh Buddha, dengan mengulangi sendiri ucapan tersebut selama pelafalan, kita berperan sebagai penerus untuk melestarikan ajaran-ajaran beliau di dunia. Karena itu, dengan melafal Sutra Sanghata, di samping semua manfaat yang kita sendiri akan terima, kita juga bertindak dengan cara yang sangat langsung dan berdaya kuat untuk melestarikan ajaran-ajaran Buddha, yang begitu mendesak dibutuhkan untuk menghilangkan penderitaan-penderitaan semua makhluk.












top






















About this Site | Site Map | Search this Site | Contact Us | Home